Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Hidup Menjadi Perempuan Jawa di Indonesia Menyesakkan

Banyak hal yang baru kuketahui ketika aku remaja, aku mengira bahwa semua perempuan mengalami kesulitan yang sama denganku. Ternyata tidak semua perempuan mengalami itu.  Semenjak kecil, kami dibandingkan dengan anak laki-laki, perempuan tidak memiliki privilege pendidikan yang sama dengan laki-laki.  Laki-laki mendapat fasilitas pendidikan yang lebih baik seperti kursus tambahan, les hobi, dan lain sebagainya.  Orangtua sangat bersemangat ketika anak laki-laki mereka mendapat ranking di kelas, namun tidak jika anak perempuan mendapatkan achievement yang serupa.  Kami dituntut untuk selalu bangun pagi, membantu cuci piring dan memasak pada akhir pekan.  Hal ini tidak berlaku ke anak laki-laki yang bisa bangun siang seenak mereka. Ketika mereka bangun, sepiring nasi dan lauk sudah disediakan oleh orangtua kami seolah-olah laki-laki ini adalah raja. Memegang pekerjaan rumahpun mereka merasa jijik, tetapi ironisnya hal ini diwajarkan saja oleh orangtua.  Beran...

Kesulitan Ekonomi Indonesia di 2024 adalah Produk Keegoisan Boomer

Banyak yang mengatakan pemuda di Gen Z di Indonesia memiliki kesehatan mental yang lemah.  Anggap saja hal itu benar, perubahan teknologi sangat pesat di era pertumbuhan Millenials dan Gen Z. Hal itu memudahkan muda-mudi ini untuk mengakses segala informasi dan mulai membandingkan pencapaiannya dengan pemuda di umur yang sama. Padahal jika dianalisis lebih jauh, tidak semua pemuda ini memiliki privilege yang sama dengan teman sebayanya. Privilege bukan menentu tentang kekayaan. bisa saja koneksi, orangtua yang suportif, fasilitas beasiswa dari pemerintah untuk rakyat miskin ketika sekolah, dan lain sebagainya.  Kala itu boomer dan baby boomer adalah orangtua yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter pertumbuhan anak. Mari kita lihat di tahun 1999 dan selanjutnya, banyaknya generasi ini beranggapan dalam agama bahwa "banyak anak, banyak rezeki".  Baiklah anggap saja itu benar. Mari kita pikirkan kembali, kondisi ekonomi indonesia saat itu memang tidak terlalu...